Daftar Blog Saya

Selasa, 21 Februari 2012

Laporan Pendahuluan Diare

Laporan Pendahuluan Diare

 DIARE
2.1  Definisi
Diare adalah penyakit yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi berak lebih dari biasanya (3 atau lebih per hari) yang disertai perubahan bentuk dan konsistensi tinja dari penderita (Depkes RI, Kepmenkes RI tentang pedoman P2D, Jkt, 2002).
Jika ditilik definisinya, diare adalah gejala buang air besar dengan konsistensi feses (tinja) lembek, atau cair, bahkan dapat berupa air saja. Frekuensinya bisa terjadi lebih dari dua kali sehari dan berlangsung dalam jangka waktu lama tapi kurang dari 14 hari. Seperti diketahui, pada kondisi normal, orang biasanya buang besar sekali atau dua kali dalam sehari dengan konsistensi feses padat atau keras.
Dari definisi di atas maka dapat di golongkan Jenis-Jenis Diare adalah sebagai berikut :
a.      Diare akut
Merupakan diare yang disebabkan oleh virus yang disebut Rotaviru yang ditandai dengan buang air besar lembek/cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya biasanya (3kali atau lebih dalam sehari) dan berlangsung kurang dari 14 hari. Diare Rotavirus ini merupakan virus usus patogen yang menduduki urutan pertama sebagai penyebab diare akut pada anak-anak.
b.      Diare Bermasalah
Merupakan yang disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, intoleransi laktosa, alergi protein susu sapi. Penularan secara fecal-oral, kontak dari orang ke orang atau kontak orang dengan alat rumah tangga. Diarae ini umumnya diawali oleh diare cair kemudian pada hari kedua atau ketiga baru muncul darah, dengan maupun tanpa lendir, sakit perut yang diikuti munculnya tenesmus panas disertai hilangnya nafsu makan dan badan terasa lemah.
c.       Diare Persisten
Merupakan diare akut yang menetap, dimana titik sentral patogenesis diare persisten adalah keruskan mukosa usus. Penyebab diare persisten sama dengan diare akut.
(Pedoman Pemberantasan Penyakit Diare Edisi ketiga, Depkes RI, Direktorat Jenderal PPM dan PL tahun 2007)
2.2                       Etiologi
Menurut Dr. Haikin Rachmat, MSc., penyebab diare dapat diklasifikasikan menjadi 5 golongan:
1. Infeksi yang disebabkan bakteri, virus atau parasit.
2. Adanya gangguan penyerapan makanan atau disebut malabsorbsi.
3. Alergi.
4. Keracunan bahan kimia atau racun yang terkandung dalam makanan.
5. Imunodefisiensi yaitu  kekebalan tubuh yang menurun .
Menurut  Haruen  N,S. Suraatmaja dan P.O Asdil (1998), di tinjau dari sudut patofisiologi, penyebab diare akut dapat di bagi dalam 2golongan yaitu:
  1. Diare sekresi (secretory diarrhoe) di sebabkan oleh:
  2. Infeksi virus,kuman-kuman pathogen dan apatogen seperti shigella.
  3. Defisiensi imum terutama SIGA (secretory imon bulin A) yang mengakibatkan terjadinya berlipat gandanya bakteri/flata usus dan jamur terutama canadila.
    1. Diarea Osmotik (Osmotik Diarrhoe) disebabkan oleh :
    2. Malabsorpi makanan : Karbohidrat,lemak (LCT),protein,Vitamin,dan Mineral
    3. Kurang kalori protein
    4. Berat bada bayi lahir rendah dan bayi baru lahir.
Sedangkan menurut Ngastiyah (1997),penyebab diare dapat dibagi dalam beberapa faktor       yaitu:
  1. Faktor Infeksi
  2. Faktor enteral meliputi :infeksi bakteri,infeksi virus,infeksi parasite ((cacing ascari,trichuris,oxyurus,strongxloides)(protozoa entamoeba histolitica,giardia lamblia,trichomonas homunis)(jamur canida albicous).
b. Infeksi perenteral
2.  Faktor Malaborsi meliputi : Karbohidrat,Lemak,dan Protein.
3. Faktor makanan
4 .Faktor psikologis
2.3                Patofisiologis
Mekanisme dasar yang menyebabkan diare ialah yang pertama gangguan osmotik, akibat terdapatnya ,makanan atau zat yang tidak dapat diserap akan mengakibatkan tekanan osmotik dalam usus meninggi, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus yang berlebihan ini akan merangsang usus untuk mengeluarkannya, sehingga timbul diare.
Kedua akibat rangsangan tertentu, misalnya toksin pada dinding usus akan terjadi peningkatan air dan elektrolit kedalam rongga usus dan selanjutnya diare timbul karena terdapat peningkatan isi rongga usus.
Ketiga ialah gangguan motalitas usus, terjadinya hiperperistaltik akan mengakibatkan berkurangnya kesempatan usus untuk menyerap makanan sehingga sehingga timbul diare, sebaliknya bila peristaltik usus menurun akan mengakibatkan bakteri timbul berlebihan yang selanjutnya akan menimbulkan diare pula.
Selain itu juga diare dapat terjadi akibat masuknya mikroorganisme hidup kedalam usus setelah berhasil melewati rintangan asam lambung mikroorganisme tersebut berkembang biak, kemudian mengeluarkan toksin, dan akibat toksin tersebut menimbulkan hipersekresi, yang selanjutnya  Menimbulkan  diare.
2.4                Manifestasi Klinis
Gejala diare pada anak diantaranya Cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan menurun, tinja cair, lendir, darah (terkadang ada), warna tinja lama kelamaan berwarna hijau karena tercampur dengan empedu, anus dan daerahh sekitarnya lecet karena sering defekasi dan tinja menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat.
Akhirnya akan nampak dehidrasi, berat badan menrun, turgor kulit menurun, mata dan ubun-ubun cekung, selaput lendir serta mulut kering.
2.5                       Pencegahan
1. Usahakan untuk selalu mencuci tangan sebelum menyentuh makanan.
2. Usahakan pula menjaga kebersihan alat-alat makan.
3. Sebaiknya air yang diminum memenuhi kebutuhan sanitasi standar di lingkungan tempst tinggal. Air dimasak benar-benar mendidih, bersih, tidak berbau, tidak berwarna dan tidak berasa.
4. Tutup makanan dan minuman yang disediakan di meja.
5. Setiap kali habis pergi usahakan selalu mencuci tangan, kaki, dan muka.
6. Biasakan anak untuk makan di rumah dan tidak jajan di sembarangan tempat. Kalau bisa membawa makanan sendiri saat ke sekolah
7. Buatlah sarana sanitasi dasar yang sehat di lingkungan tempat tinggal, seperti air bersih dan jamban/WC yang memadai.
8. Pembuatan jamban harus sesuai persyaratan sanitasi standar. Misalnya, jarak antara jamban (juga jamban tetangga) dengan sumur atau sumber air sedikitnya 10 meter agar air tidak terkontaminasi. Dengan demikian, warga bisa menggunakan air bersih untuk keperluan sehari-hari, untuk memasak, mandi, dan sebagainya.
2.6                     Pengobatan
Bila sudah terlanjur terserang diare, upaya pertolongan pertama yang perlu segera dilakukan:
1. Minumkan cairan oralit sebanyak mungkin penderita mau dan dapat meminumnya. Tidak usah sekaligus, sedikit demi sedikit asal sering lebih bagus dilakukan. Satu bungkus kecil oralit dilarutkan ke dalam 1 gelas air masak (200 cc). Jika oralit tidak tersedia, buatlah larutan gula garam. Ambil air masak satu gelas. Masukkan dua sendok teh gula pasir, dan seujung sendok teh garam dapur. Aduk rata dan berikan kepada penderita sebanyak mungkin ia mau minum.
2. Penderita sebaiknya diberikan makanan yang lunak dan tidak merangsang lambung, serta makanan ekstra yang bergizi sesudah diare.
2.7               Diagnosa keperawatan
1.       Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan diare atau output berlebihan dan intake yang kurang
2.       Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit berhubungan dengan kehilangan cairan skunder terhadap diare.
3.       Resiko peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses infeksi skunder terhadap diare
4.       Resiko gangguan integritas kulit berhubungan dengan peningkatan frekwensi diare.
5.       Resiko tinggi gangguan tumbuh kembang berhubungan dengan BB menurun terus menerus.
6.       Kecemasan anak berhubungan dengan tindakan invasive.
2.8                        Asuhan Keperawatan
a .Pengkajian
Pengkajian yang sistematis meliputi pengumpulan data,analisa data dan penentuan masalah.Pengumpulan data diperoleh dengan cara intervensi,observasi,psikal,assessment.
Mengingat diare sebagian besar menular,maka perlu dilakukan penataan lingkungan sehingga tidak terjadi penularan pada klien lain.
1.Data Fokus
1)      Hidrasi
a.Turgor kulit
b.Membran MUkosa
c.Asupan dan haluaran
2.Abdomen
a.Nyeri
b.Kekauan
c.Bising usus
d.Muntah-Jumlah,frekuensi dan karakteristik
e.Feses-jumlah,frekuensi,dan karakteristik
f.Kram
g.Tenesmus
Sedangkan pengkajian data menurut Cyndi Smith Greenberg,1992 adalah:
1.       Identitas klien
2.       Riwayat keperawatan
a.       Awalan serangan : Awalnya anak-anak cengeng,gelisah,suhu tubuh meningkat,anoreksia kemudian timbul diare.
b.      Keluhan utama : Faeces semakin cair,muntah,bila kehilangan banyak air dan elektrolit terjadi gejala dehidrasi,berat badan menurun.sedangkan pada bayi ubun-ubun besar cekung,tonus dan turgor kulit berkurang,selaput lendir mulut dan bibir kering,frekwensi BAB lebih dari 4 kali dengan konsistensi encer.
3.       Riwayat Kesehatan masa lalu
Riwayat penyakit yang diderita,riwayat pemberian imunisasi.
4.       Riwayat Psikososial Keluarga
Dirawat akan menjadi stressor bagi anak itu sendiri maupun bagi keluarga,kecemasan meningkat jika orang tua tidak mengetahui prosedur dan pengobatan anak,setelah menyadari penyakit anaknya,mereka akan bereaksi dengan marah dan merasa bersalah.
5.       Kebutuhan dasar
a.       Pola eliminasi : akan mengalami perubahan yaitu BAB lebih dari 4 kali sehari,BAK sedikit atau jarang.
b.      Pola nutrisi : diawali dengan mual,muntah,anopreksia,menyebabkan penurunan berat badan pasien.
c.    Pola tidur dan istirahat akan terganggu karena adanya distensi abdomen yang akan menimbulkan rasa tidak nyaman.
d.      Pola Hygiene : Kebiasaan mandi setiap harinya.
e.      Aktivitas : Akan terganggu karena kondisi tubuh yang lemah dan adanya nyeri akibat distensi abdomen.
6.       Pemeriksaan fisik
a.       Pemeriksaan psikologis : keadaan umum tanpa lemah,kesadaran composmentis sampai koma,suhu tubuh tinggi,nadi cepat dan lemah,pernapasan agak cepat.
b.      Pemeriksaan sistematik
  • Inspeksi : mata cekung,ubun-ubun besar,selaput lendir,mulut dan bibir kering,berat badan menurun,anus kemerahan.
  • Perkusi : adanya distensi abdomen
  • Palpasi : Turgor kulit kurang elastis
  • Auskultasi : terdengarnya bising usus
c.       Pemeriksaan tingkat tumbuh kembang.
Pada anak diare akan mengalami gangguan karena anak dehidrasi sehingga berat badan menurun.
d.      Pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan tinja,darah lengkap dan duodenum intubation yaitu untuk mengetahui penyebab secara kuantitatif dan kualitatif.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar