Daftar Blog Saya

Rabu, 08 Februari 2012

CARA MENINGKATKAN HASIL PANEN PADI(adm/05 Mei 2011) Telah terbukti bahwa hasil produksi padi dari verietas unggul yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian tinggi, baik dari segi jumlah maupun rentang waktu panen. Namun, beberapa jenis varietas unggul tersebut juga memiliki kekurangan, diantaranya adalah mudah rontoknya padi dan jumlah anakan banyak, sehingga menyebabkan kehilangan padi pada saat panen dan perontokan tinggi. Hal ini akan menyebabkan hasil produksi panen padi di tingkat masyarakat akan berkurang. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan penanganan pasca panen padi yang benar sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal. Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian (BB Pasca Panen) mengembangkan “Metode Menekan Kehilangan Hasil Padi”. Proses yang dilakukan dalam menerapkan Metode Kehilangan Hasil Padi tersebut adalah para petani harus diupayakan agar memahami dan mampu melakukan kegiatan penanganan pasca panen yang baik, caranya adalah para petani mengetahui tahapan pascapanen dengan penentuan umur panen padi. Lalu petani juga diharapkan mengetahui produk teknologi pertanian apa yang dapat menekan kehilangan hasil panen. Beberapa teknologi yang dapat menekan kehilangan hasil padi adalah Teknologi Penentuan Umur Panen (pengamatan visual dan pengamatan teoritis), Teknologi Pemanenan (alat pedal “thresher”, alat perontok “power thresher”), Penumpukan dan Pengumpulan Padi (menggunakan alas plastik), Teknologi Perontok (waktu antara pemotongan sampai perontokan, penggunaan alat mesin perontok), Teknologi Pengeringan (penjemuran dengan sinar matahari, menggunakan alat mesin pengering), Teknologi Penyimpanan (cara penyimpanannya, lama pennyimpanannya), Teknologi Penggilingan (alat penggiling, proses penggilingan), Kehilangan Kualitas/Penurunan Mutu (terjadi penundaan perontokan, penumpukan padi di sawah terlalu lama, keterlambatan dalam pengeringan, kondisi penyimpanan yang tidak memenuhi syarat), Kehilangan Nutrisi (Kesalahan dalam penanganan segar maupun penanganan selama penyimpanan). Selain itu pihak-pihak terkait (petani, buruh tani, kelompok tani, pengusaha, pemerintah daerah) juga diharapkan mampu menentukan langkah-langkah dalam menerapkan teknologi penekanan kehilangan hasil pasca panen, diantaranya adalah peningkatan kemampuan dan keterampilan petani, teknologi yang tepat sesuai dengan lokasi, pembentukan dan pemberdayaan kelompok, manajemen lapangan, pelatihan dan pembinaan SDM, pembinaan kelembagaan. Jika semua dilakukan dengan tepat dan benar, maka diharapkan hasil produksi padi dan beras yang diperoleh oleh para petani khususnya di masa yang akan datang akan lebih meningkat dari hasil yang sebelumnya.(adm/05 Mei 2011) Telah terbukti bahwa hasil produksi padi dari verietas unggul yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian tinggi, baik dari segi jumlah maupun rentang waktu panen. Namun, beberapa jenis varietas unggul tersebut juga memiliki kekurangan, diantaranya adalah mudah rontoknya padi dan jumlah anakan banyak, sehingga menyebabkan kehilangan padi pada saat panen dan perontokan tinggi. Hal ini akan menyebabkan hasil produksi panen padi di tingkat masyarakat akan berkurang. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan penanganan pasca panen padi yang benar sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal. Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian (BB Pasca Panen) mengembangkan “Metode Menekan Kehilangan Hasil Padi”. Proses yang dilakukan dalam menerapkan Metode Kehilangan Hasil Padi tersebut adalah para petani harus diupayakan agar memahami dan mampu melakukan kegiatan penanganan pasca panen yang baik, caranya adalah para petani mengetahui tahapan pascapanen dengan penentuan umur panen padi. Lalu petani juga diharapkan mengetahui produk teknologi pertanian apa yang dapat menekan kehilangan hasil panen. Beberapa teknologi yang dapat menekan kehilangan hasil padi adalah Teknologi Penentuan Umur Panen (pengamatan visual dan pengamatan teoritis), Teknologi Pemanenan (alat pedal “thresher”, alat perontok “power thresher”), Penumpukan dan Pengumpulan Padi (menggunakan alas plastik), Teknologi Perontok (waktu antara pemotongan sampai perontokan, penggunaan alat mesin perontok), Teknologi Pengeringan (penjemuran dengan sinar matahari, menggunakan alat mesin pengering), Teknologi Penyimpanan (cara penyimpanannya, lama pennyimpanannya), Teknologi Penggilingan (alat penggiling, proses penggilingan), Kehilangan Kualitas/Penurunan Mutu (terjadi penundaan perontokan, penumpukan padi di sawah terlalu lama, keterlambatan dalam pengeringan, kondisi penyimpanan yang tidak memenuhi syarat), Kehilangan Nutrisi (Kesalahan dalam penanganan segar maupun penanganan selama penyimpanan). Selain itu pihak-pihak terkait (petani, buruh tani, kelompok tani, pengusaha, pemerintah daerah) juga diharapkan mampu menentukan langkah-langkah dalam menerapkan teknologi penekanan kehilangan hasil pasca panen, diantaranya adalah peningkatan kemampuan dan keterampilan petani, teknologi yang tepat sesuai dengan lokasi, pembentukan dan pemberdayaan kelompok, manajemen lapangan, pelatihan dan pembinaan SDM, pembinaan kelembagaan. Jika semua dilakukan dengan tepat dan benar, maka diharapkan hasil produksi padi dan beras yang diperoleh oleh para petani khususnya di masa yang akan datang akan lebih meningkat dari hasil yang sebelumnya.

(adm/05 Mei 2011)
Telah terbukti bahwa hasil produksi padi dari verietas unggul yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian tinggi, baik dari segi jumlah maupun rentang waktu panen. Namun, beberapa jenis varietas unggul tersebut juga memiliki kekurangan, diantaranya adalah mudah rontoknya padi dan jumlah anakan banyak, sehingga menyebabkan kehilangan padi pada saat panen dan perontokan tinggi. Hal ini akan menyebabkan hasil produksi panen padi di tingkat masyarakat akan berkurang. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan penanganan pasca panen padi yang benar sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal.
Badan Litbang Pertanian melalui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian (BB Pasca Panen) mengembangkan “Metode Menekan Kehilangan Hasil Padi”. Proses yang dilakukan dalam menerapkan Metode Kehilangan Hasil Padi tersebut adalah para petani harus diupayakan agar memahami dan mampu melakukan kegiatan penanganan pasca panen yang baik, caranya adalah para petani mengetahui tahapan pascapanen dengan penentuan umur panen padi. Lalu petani juga diharapkan mengetahui produk teknologi pertanian apa yang dapat menekan kehilangan hasil panen. Beberapa teknologi yang dapat menekan kehilangan hasil padi adalah Teknologi Penentuan Umur Panen (pengamatan visual dan pengamatan teoritis), Teknologi Pemanenan (alat pedal “thresher”, alat perontok “power thresher”), Penumpukan dan Pengumpulan Padi (menggunakan alas plastik), Teknologi Perontok (waktu antara pemotongan sampai perontokan, penggunaan alat mesin perontok), Teknologi Pengeringan (penjemuran dengan sinar matahari, menggunakan alat mesin pengering), Teknologi Penyimpanan (cara penyimpanannya, lama pennyimpanannya), Teknologi Penggilingan (alat penggiling, proses penggilingan), Kehilangan Kualitas/Penurunan Mutu (terjadi penundaan perontokan, penumpukan padi di sawah terlalu lama, keterlambatan dalam pengeringan, kondisi penyimpanan yang tidak memenuhi syarat), Kehilangan Nutrisi (Kesalahan dalam penanganan segar maupun penanganan selama penyimpanan). Selain itu pihak-pihak terkait (petani, buruh tani, kelompok tani, pengusaha, pemerintah daerah) juga diharapkan mampu menentukan langkah-langkah dalam menerapkan teknologi penekanan kehilangan hasil pasca panen, diantaranya adalah peningkatan kemampuan dan keterampilan petani, teknologi yang tepat sesuai dengan lokasi, pembentukan dan pemberdayaan kelompok, manajemen lapangan, pelatihan dan pembinaan SDM, pembinaan kelembagaan.
Jika semua dilakukan dengan tepat dan benar, maka diharapkan hasil produksi padi dan beras yang diperoleh oleh para petani khususnya di masa yang akan datang akan lebih meningkat dari hasil yang sebelumnya.


 JUGA TAMBAHKAN PUPUK TGH JIMON AGAR LEBIH MAKSIMAL



Melipatgandakan Hasil Pertanian Dengan Pupuk Tgh.
Bagi Anda yang pernah mengenal pupuk TGH ini, kini pupuk TGH HANYA dipasarkan oleh perusahaan PT.Jimon World Indonesia.
Pupuk Hayati Ramah Lingkungan,
Menghemat Pupuk Kimia Hingga 50%
Silahkan Coba Pupuk Hayati JIMON TGH
1Liter Harga 100rb
Lebih Jelas Pupuk TGH http://klik.web.id/pupuk
Jual Juga Produk Herbal JIMON
(Obat Dan Alat Kesehatan)
Diseluruh Indonesia, Terlengkap, Terbesar,
Aman dan Terpercaya. Pengiriman Barang Bisa Melalui TIKI/JNE Atau Kantor Pos.

INFO:
AAN 087885011167
TWITTER
@PutraPantura2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar